Dua Jam Penuh Inspirasi, Tanya Jawab Tak Cukup Dua Sesi

Orangtua milenial antusias mengikuti Seminar Parenting bersama dr Gamal Albinsaid yang dipersembahkan Sekolah Al Ummah.

Dua Jam Penuh Inspirasi, Tanya Jawab Tak Cukup Dua Sesi

302 orangtua antusias mengikuti Seminar Parenting bersama dr Gamal Albinsaid yang digelar Sekolah Al Ummah, Ahad (8/12/2019). Sejak jam 7.45 wib, peserta telah duduk manis di Ballroom Hotel Horison, GKB, Gresik.

Acara dimulai jam 8.00 wib dengan sejumlah tampilan dari Al Ummah Day Care, Al Ummah Montessori School, KBIT Al Ummah dan TKIT Al Ummah. Sekitar jam 9, acara inti dimulai.

Sesuai tema, Dr Gamal Albinsaid menyampaikan bagaimana membentuk generasi milenial tangguh. Meskipun anak-anak saat ini disebut generasi alpha, istilah milenial yang identik dengan gadget, lebih populer digunakan.

Peraih penghargaan internasional karena prestasinya mendirikan Klinik Asuransi Premi Sampah itu mengajak seluruh orangtua ikhlas dan rela berkorban dalam mendidik anak. Ia mengisahkan bagaimana orangtuanya terus mendoakannya sampai saat ini. Terlebih ketika ada momen-momen penting seperti ujian.

“Kamu ujian jam berapa Nak?” Demikian pertanyaan ibunda saat dr Gamal mau ujian. Dan selama anaknya ujian, sang ibunda berada di atas sajadah. Bermunajat dan berdoa untuk kesuksesan anak-anaknya.

Pengorbanan untuk anak-anak juga dirasakan dr Gamal. Ketika ia mendapat tugas untuk membuat naskah drama semasa sekolah, ayahnya membawakan mesin ketik dari kantor usaha keluarga mereka. Dan semalaman sang ayah tidak tidur, membantu dr Gamal menuliskan naskahnya dengan mesin ketik.

Salah satu tantangan generasi milenial hingga generasi alpha adalah kemudahannya dalam mengakses teknologi dan kebiasaan serba instan mendapatkan sesuatu dengan bantuan gadget. Ini membawa efek negatif pada sebagian anak hingga mereka kurang tangguh. Terbukti dengan meningkatkan jumlah anak depresi.

Karenanya dr Gamal menyarankan untuk tidak memanjakan anak. Meskipun orangtua bisa memfasilitasi apa saja, anak harus dilatih untuk berusaha. Ia mencontohkan, meskipun ayahnya bisnis mobil, hingga SMA dr Gamal hanya naik angkot ke mana-mana. Melatih anak untuk struggle ini juga diterapkan dr Gamal dalam mengasuh anaknya.

Hal lain yang diingatkan dr Gamal adalah mendukung anak berprestasi sesuai passion mereka.

“Sudah tidak masanya, orangtua dokter mengharuskan anak menjadi dokter. Orangtua insinyur mengharuskan anak masuk Teknik. Setiap anak unik. Jika anak melakukan sesuai passion, mereka akan cepat berkembang dan meraih kesuksesan di bidangnya.”

Antusiasme peserta tak hanya terlihat saat mendengar paparan dr Gamal. Saat sesi tanya jawab, banyak sekali yang mengacungkan tangan. Sesi pertama ada empat penanya. Sesi kedua empat penanya lagi. Namun karena waktunya habis, diskusi ditutup meskipun masih banyak yang ingin bertanya. []

Comments are closed.