“Sebutkan nama sahabat yang paling setia terhadap Nabi.”
“Abu Bakar Ash Shiddiq.”
“Ya, betuul.”

“Siapa sahabat yang paling kaya yang kapaknya terbuat dari emas?”
“Abdurrahman bin Auf.”
“Keren.”

“Siapa nama-nama Power Rangers?”
“Nggak ada.”

“Sebutkan teman-temannya Doraemon.”
“Astaghfirullah.. itu mah bukan Nabi.”

“Kalau begitu, sebutkan nama 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga.”
“Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Said bin Zaid, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqash, Abu Ubaidah bin Jarah.”
“Keren.. tos dulu.”

Video tebak-tebakan Ustadz Adi Hidayat dan anak-anaknya itu viral. Banyak yang kagum karena anak-anak sekecil mereka begitu hafal dengan nama-nama sahabat Nabi. Uniknya, mereka tidak kenal dengan tokoh-tokoh kartun.

Ini berkebalikan dengan fenomena anak-anak pada umumnya. Mayoritas anak di zaman sekarang, mereka lebih kenal dengan karakter super hero dan tokoh kartun dibandingkan dengan sahabat Nabi. Padahal, super hero dan tokoh kartun yang mereka idolakan itu fiktif. Selain itu juga banyak aspek negatif yang membuat mereka tak layak diidolakan.

Sahabat Nabi adalah generasi terbaik umat ini. Merekalah yang Allah sebut khairu ummah. Merekalah yang Rasulullah sebut sebagai khairul quruuni qarnii. Allah mengabarkan keridhaan-Nya terhadap para sahabat, terutama assabiqunal awwalun baik dari kalangan muhajirin maupun anshar. Allah juga mengabarkan surga untuk mereka.

Lalu bagaimana cara mengenalkan sahabat Nabi kepada buah hati? Setidaknya ada tiga langkah yang perlu orang tua lakukan:

Mengenalkan nama-nama sahabat Nabi

Langkah pertama adalah mengenalkan nama-nama sahabat Nabi kepada anak sejak usia dini. Ini bisa menjadi satu paket dengan saat mengisahkan kehidupan Rasulullah.

Misalnya saat mengisahkan Rasulullah menerima wahyu, mulai disebutkan nama Khadijah dan Abu Bakar sebagai sahabat yang pertama masuk Islam. Saat mengisahkan dakwah sembunyi-sembunyi, disebutkan nama Utsman. Saat mengisahkan ujian dakwah di Makkah, tersebut nama Bilal. Demikian seterusnya.

Juga mengenalkan nama sahabat Nabi saat memuji mereka karena telah melakukan sesuatu atau memiliki karakter positif yang mirip. Misalnya saat anak menunjukkan empati yang sangat tinggi. “Masya Allah, Nak.. lembut sekali hatimu. Semoga Allah jadikan seperti Abu Bakar.”

Ketika anak bertanya, “Abu Bakar siapa, Bunda?” Ini golden moment. Terjadi bounding. Anak sangat siap menyerap karakter Abu Bakar yang kita ceritakan.

Mengisahkan sahabat Nabi

Langkah kedua adalah mengenalkan sahabat Nabi lebih detil dengan cara mengisahkan mereka. Paling efektif adalah sebelum tidur. Karena saat itu otak anak sedang dalam kondisi rileks. Apalagi transisi antara mengantuk dan mulai tidur, gelombang otak theta, sangat efektif menyerap segala nilai yang dikisahkan.

Jika selama ini Ayah Bunda sering membacakan dongeng sebelum tidur, gantilah dengan kisah sahabat Nabi. Sesuai namanya, dongeng itu fiksi. Meskipun bagus, tapi bukan fakta. Sedangkan kisah hidup sahabat, ia fakta. Menguatkan karakter anak dengan mengambil hikmah dari kisah nyata jauh lebih bermanfaat. Apalagi sahabat adalah generasi terbaik, generasi utama untuk diteladani.

Membelikan buku kisah sahabat Nabi

Langkah ketiga ini tak hanya bermanfaat untuk mengenalkan sahabat Nabi tetapi juga bermanfaat untuk meningkatkan minat baca anak serta menguatkan daya literasi mereka.

Alhamdulillah kini tersedia banyak buku sahabat Nabi yang bisa disesuaikan dengan usia anak. Ada yang didominasi gambar untuk anak usia dini. Ada yang berbentuk ensiklopedi bergambar untuk anak usia SD. Dan lebih banyak lagi yang berupa buku tanpa gambar untuk remaja, berupa buku-buku Sirah Sahabat.

Di antara buku Sirah Sahabat yang sangat recommended untuk dibaca orang tua antara lain:

  1. Rijal Haula Ar Rasul (Sirah 60 Sahabat Rasulullah) karya Syaikh Khalid Muhammad Khalid
  2. Shuwar min Hayat Ash Shahabat (Sosok Para Sahabat Nabi) karya Syaikh Dr. Abdurrahman Raf’at Al Basya
  3. Ashabur Rasul (Ensiklopedi Sahabat) karya Syaikh Mahmud Al Mishri
  4. Nafahat ‘Athrifah fi Sirah Shahabat (Ensiklopedi Biografi Sahabat Nabi) karya Muhammad Raji Hasan Kinas
  5. Al Asyrah al-Mubasysyararun bi-al Jannah Man Busysyirah bi al-Jannah min Ghair al-Asyrah (38 Shahabat yang Dijamin Masuk Surga) karya Syaikh Shalahuddin Mahmud As Said
  6. Sahabat Nabi karya Nizar Abazhah

Semoga dengan tiga langkah tersebut, anak-anak kita bisa mengenal sahabat Nabi, mencintai dan meneladani mereka. Semoga Allah jadikan anak-anak kita shalih/ah, pewaris peradaban yang menjadi ahli surga.[]