Ayah Bunda, sebagai orang tua muslim pasti ingin buah hatinya menjadi sholih/ah. Salah satu indikatornya, sudah mulai terbiasa ibadah di usia dini.

Tentu sifatnya di sini adalah pembelajaran dan pembiasaan. Tidak harus sesempurna orang dewasa. Apalagi jika anak kita masih jauh dari baligh. Yang penting anak senang, cinta beribadah.

Alhamdulillah, beberapa kali dijumpai, anak Al Ummah bersegera ke Masjid begitu terdengar adzan. Padahal usia mereka masih TK, bahkan masih Kelompok Bermain (KB). Tentu pengalaman ini saat sebelum terjadinya pandemi virus corona ya. Ketika kota Gresik masih zona merah seperti saat ini, lebih baik anak-anak sholat di rumah.

Kini kita memasuki bulan Dzulhijjah. Selain ada sholat idul adha dan ibadah qurban, juga ada amal berpahala besar yakni puasa arafah. Sebagaimana pembiasaan ibadah lainnya, anak-anak juga perlu diajari puasa sunnah ini. Bagaimana caranya?

Kenalkan Adanya Puasa Arafah

Orang tua bisa mengawalinya dengan pertanyaan semisal, “Kakak pernah dengar puasa arafah?”

Jika anak menjawab “tidak” berarti inilah golden moment untuk memberikan penjelasan tentang puasa arafah. Jika ternyata anak menjawab “pernah” juga goldent moment untuk mengapresiasinya. “Subhanallah, ternyata Mas masih ingat ya. Kapan ya puasa arafah itu?” Itu akan menstimulus anak untuk berbagi pengetahuannya.

Atau berupa pernyataan. Misalnya, “Besok Kamis puasa arafah. Keutamaannya luar biasa lho Mas”. Biasanya anak akan bertanya karena penasaran. Saat itulah golden moment tercipta.

Jelaskan Keutamaan Puasa Arafah

Dengan bahasa yang mudah dipahami, perlu dijelaskan keutamaan puasa arafah. Jika anak sudah mencintai Rasulullah, ini akan lebih mengasyikkan.

“Baginda Nabi, orang yang paling kita cintai, pernah ditanya tentang puasa arafah.” Nah, kemudian kita lanjutkan dengan membacakan haditsnya.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda: “Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Tunjukkan Keteladanan

Anak itu ibarat spon yang menyerap seluruh cairan di dekatnya. Anak lebih responsif untuk mencontoh apa yang dilihatnya daripada apa yang didengarnya. Sikap orang tua jauh lebih berpengaruh daripada kata-kata.

Karenanya, tunjukkan keteladanan dengan menyiapkan kebutuhan saat puasa arafah. Termasuk mengajaknya merencanakan bangun untuk sahur hingga makan sahur bersama.

Kondisikan Lingkungan Juga Siap Puasa

Minimal seluruh anggota keluarga harus memahami ini. Sehingga saat sahur, semua berusaha menyempatkan kendatipun misalnya sang ibu sedang berhalangan. Saat siang, tidak ada makanan maupun minuman yang tersedia di ruang tamu dan ruang lainnya yang terlihat anak.

Doakan Anak-Anak Kita

Jangan lupa, doa adalah senjata utama orang beriman. Maka berdoalah kepada Allah untuk kebaikan anak-anak kita sekaligus memohon supaya mereka dijadikan anak-anak shalih/ah yang mencintai Allah dan gemar beribadah. []