Ayah Bunda, Bulan Dzulhijjah telah tiba. Bulan yang mulia, bulan yang istimewa. Inilah bulan haji. Inilah bulan qurban.

Kedua ibadah besar itu terkait dengan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Sa’i dalam ibadah haji bermula dari perjalanan Hajar lari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwa mencari air untuk bayinya, Ismail yang kehausan. Tujuh kali perjalanan dengan lari-lari kecil itu kemudian diabadikan dengan ibadah sa’i dalam haji.

Melempar jumroh dalam ibadah haji merupakan napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Dalam perjalanannya menuju tempat penyembelihan, Nabi Ibrahim digoda oleh syetan yang menampakkan diri. Nabi Ibrahim melemparnya dengan batu. Jadilah jumroh ula.

Syetan kembali muncul dan menggoda untuk kedua kalinya. Nabi Ibrahim kembali melemparnya dengan batu. Jumroh wustho. Terakhir untuk ketiga kalinya, syetan kembali menggoda. Nabi Ibrahim melemparnya hingga syetan itu menghilang dan kalah. Jumroh aqabah.

Ibadah qurban juga merupakan napak tilas pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Usia Nabi Ibrahim sudah tua namun belum juga dikaruniai putra. Ketika lahir Ismail putra pertama, Nabi Ibrahim sangat menyayanginya.

Ketika Nabi Ismail tumbuh baligh, Nabi Ibrahim mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelihnya. Tentu sangat berat. Anak yang ditunggu kehadirannya selama berpuluh tahun dan sangat dicintainya, Allah memerintahkan untuk mengorbankannya.

Namun Nabi Ibrahim lebih mencintai Allah dan taat kepada-Nya. Taat tanpa tapi. Maka ia pun memenuhi perintah itu dengan meminta pendapat Nabi Ismail. Masya Allah, ternyata Nabi Ismail mendukung Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah itu.

Dalam perjalanan menuju tempat penyembelihan, muncullah syetan menggoda agar mereka membatalkan penyembelihan itu. Nabi Ibrahim melempari syetan yang kemudian diabadikan dalam lempar jumroh sebagaimana di atas.

Persis ketika Nabi Ismail hendak disembelih, Allah menggantinya dengan seekor domba. Nabi Ibrahim lulus dari ujian pengorbanan itu. Nabi Ismail selamat. Dan yang disembelih adalah domba. Hingga saat ini, yang disyariatkan dalam qurban adalah menyembelih domba atau binatang sejenis seperti kambing, sapi atau unta.

Ayah Bunda, kisah-kisah ini perlu diceritakan kepada anak-anak kita. Momentumnya tepat. Bahkan kadang muncul golden moment saat anak bertanya tentang qurban ketika melihat penyembelihan usai sholat idul adha.

Jika anak sudah usia PAUD, mereka bisa diajak dialog untuk mengambil ibrah dari kisah ini. Ketika anak menyebut bahwa mereka harus taat kepada Allah seperti Nabi Ibrahim, sabar seperti Nabi Ismail, dan seterusnya, berarti nilai-nilai karakter telah masuk ke dalam diri anak-anak kita. Masya Allah.. barakallah. []