Mengenalkan Zakat Fitrah pada Anak-anak

Mengenalkan Zakat Fitrah pada Anak-anak

Ramadhan hampir selesai. Tinggal beberapa hari lagi akan tiba hari raya Idul Fitri.

Salah satu kewajiban kaum muslimin saat Ramadhan berakhir adalah zakat fitrah. Yakni zakat yang wajib dikeluarkan disebabkan berakhirnya puasa Ramadhan.

Zakat ini hukumnya wajib bagi setiap kaum muslimin baik pria maupun wanita, kecil atau dewasa, dan budak maupun merdeka. Jadi anak-anak kita pun wajib dikeluarkan zakat fitrahnya sebagaimana hadits shahih dari Ibnu Umar.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ أَوْ رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fitrah dari Ramadhan kepada seluruh jiwa kaum muslimin baik orang merdeka maupun budak, laki-laki maupun wanita, anak kecil maupun orang dewasa sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum. (HR. Muslim)

Karena anak-anak juga wajib dikeluarkan zakatnya, ini merupakan momentum yang tepat untuk mengenalkan zakat fitrah kepada anak-anak.

Sewaktu kita hendak menyiapkan beras untuk zakat fitrah, kita sertakan anak-anak.

“Ayah mau menyiapkan zakat fitrah, Adik mau membantu?”

“Zakat fitrah itu apa, Yah?”

“Zakat fitrah itu kita memberi fakir miskin beras sekitar 3 Kg di akhir Ramadhan, sebelum sholat idul fitri.”

“Untuk apa Yah?”

“Rasulullah mengatakan, zakat fitrah ini untuk memyempurnakan puasa kita dan sebagai makanan bagi orang miskin. Sehingg waktu idul fitri, mereka juga bahagia seperti kita. Kalau waktu hari raya ada yang kelaparan, nggak bisa makan, bagaimana menurut Adik?”

“Kasihan, Yah”

“Nah, agar mereka nggak kelaparan, dibantu dengan zakat fitrah. Adik mau bantu?”

“Mau, Yah”

Nah, kalau sudah begini, ia akan terlibat dengan senang hati untuk mengemas bahkan berusaha turut serta membantu mengangkatnya dan menyerahkan kepada yang berhak menerima atau ke takmir masjid terdekat di tempat tinggal kita.

Bagaimana jika kita memberikan dalam bentuk uang melalui lembaga amil zakat? Kita jelaskan juga ke anak-anak bahwa sebenarnya zakat fitrah itu berbentuk bahan makanan pokok. Beras, kalau di Indonesia. Namun agar lebih mudah, kita membayar dalam bentuk uang ke lembaga amil zakat, nantinya amil yang akan membelikan beras dan menyerahkannya kepada penerima zakat di daerah-daerah.

Leave a reply