Terharu Saat Bunda Bacakan Puisi

Kegiatan Family Day yang digelar Yayasan Al Ummah terlihat lehih kental rasa kekeluargaannya. Bunda mulai dari Taman Anak Asuh Sholeh (TAAS), KBIT hingga TKIT diminta untuk membacakan puisi kepada buah hatinya.
“Tadi waktu baca puisi, tidak terasa kalau menangis,” tutur Dinni Fitrul Laily, salah satu wali murid. Bahkan putrinya Kayyisa Dadzlin, turut menangis saat sang bunda membacakan puisi.

Terharu Saat Bunda Bacakan Puisi

MANYAR (1/10/16)– Kegiatan Family Day yang digelar Yayasan Al Ummah terlihat lehih kental rasa kekeluargaannya. Bahkan, para bunda mulai dari Taman Anak Asuh Sholeh (TAAS), KBIT hingga TKIT diminta untuk membacakan puisi kepada buah hatinya. Tek pelak, kondisi tersebut membuat para bunda anak siswa menangis mendengarkan lantunan puisi tersebut.

“Tadi waktu baca puisi, tidak terasa kalau menangis,” tutur Dinni Fitrul Laily, salah satu wali murid. Bahkan putrinya Kayyisa Dadzlin, turut menangis saat sang bunda membacakan puisi.

Keterlibatan orangtua dan sekolah untuk membentuk quality time bagi keluarga seperti ini sangat bermanfaat. Sebab, dirinya memiliki sedikit waktu dengan buah hati karena sibuk bekerja. “Mengingatkan kita kembali untuk bersyukur terhadap kehadiran buah hati di tengah-tengah kehidupan kita,” ungkap perempuan asal Pongangan ini.

Sementara itu, Humas Yayasan Al Ummah, Nikmatul Jannah mengatakan, kegiatan Family Day ini merupakan rangkaian pembelajaran dengan tema. Saat ini mengambil tema keluarga dan melibatkan orangtua di dalamnya. “Ini juga sebagai peringatan tahun baru islam dan gong open school Al Ummah untuk pendaftaran 2017/2018 ini,” sebutnya.

Dikatakannya, ratusan orangtua ini sudah mengumpulkan karya puisi mereka selama tiga pekan sebelumnya. Tentunya merupakan karya ciptaan mereka masing-masing yang dinilai langsung oleh juri ahli dari dosen dan penulis. “Dari situ terpilih 10 nominasi terbaik yang dibacakan oleh para bunda.” Paparnya.

Family day ini sendiri bertujuan untuk mempererat hubungan antar wali murid. Kemudian, menciptakan waktu berkualitas bagi keluarga dan memberi pembelajaran kepada anak bahwasanya penting bersyukur karena masih memiliki orangtua. “Jadi mereka belajar secara langsung menghormati orangtua mereka, bukan hanya sekadar nasehat di kelas saja,” tuturnya.

Ia menambahkan, orangtua saat ini kebanyakan terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Terlebih di Gresik sendiri, sebagian besar orangtuanya adalah pekerja aktif. Bahkan banyak dari orangtua disebutnya memilih gadget sebagai pengalihan untuk anak agar bisa tetap menjaga mereka sembari bekerja “Kita ingin mengingatkan kembali peranan orangtua untuk anak, karena tanpa dukungan orangtua pembelajaran di sekolahpun jadi tidak maksimal,” imbuhnya. (est/rof) *)

*) Copas dari Radar Gresik pada tanggal 3 oktober 2016

Comments are closed.