Bersyukur, Bukan Sekedar Byuur.. Byuur

Bermain air di pantai pasti menyenangkan bagi anak-anak. Tapi bagi Al Ummah, bermain saja tidak cukup.

Bersyukur, Bukan Sekedar Byuur.. Byuur

Laut yang terbentang…
hanya Allah yang menciptakan
Hanya Dia yang kita sembah
Allah Maha Pencipta

Bermain air di pantai pasti menyenangkan bagi anak-anak. Tapi bagi Al Ummah, bermain saja tidak cukup. Pagi itu di tanggal 20 hingga 23 Februari 2012, anak-anak Al Ummah menyapa mentari pagi di Pantai Delegan-Panceng-Gresik. Menyelami ciptaan Allah yang terbentang luas dan mensyukurinya.

Bertabur sinar matahari yang hangat, anak-anak menenggelamkan kaki mereka di pasir pantai sambil bereksperimen dengan pasir lalu menyisir tepi pantai mencari benda-benda pantai “menakjubkan” ciptaan Allah. Karang, keong dan bebatuan yang tidak satupun memiliki kesamaan.SIswa KBIT Al Ummah di pantai

“Byyuuur” cipak-cipuk air tak henti bersorak. Ramai riuh gemuruh air di hempaskan, di mainkan. “Anak usia dini belajar melalui panca indranya. Kita bisa memanfaatkan itu untuk mengenalkan anak dengan alam. Bagaimana kulit mereka bersentuhan dengan lembutnya butiran pasir, tubuh mereka basah dan terombang-ambing oleh kuatnya energi air laut, lidah mereka merasakan asin air laut, telapak kaki mereka merasakan tajamnya karang serta…bentangan laut dan langit yang memayunginya yang tak sanggup mata kita memandang luas semuanya. Inilah belajar, inilah bersyukur, inilah salah satu cara kami mengenalkan arti syukur pada anak-anak” papar Musrifah, koordinator kurikulum Al Ummah. “Jadi anak bukan hanya main, tapi learning with meaning” tambahnya.

“Alhamdulillah, anak jadi tau macam-macam ciptaan Allah di pantai. Dapat membedakan mana yang buatan Allah dan buatan manusia. Anak juga lebih bersahabat dengan alam, mereka belajar tentang bagaimana sikap yang baik kepada ciptaan Allah” jelas Nur Fadhilah, ketua pelaksana tema pembelajaran Allah Sang Pencipta.

Sudahkah kita bersyukur hari ini?[]

Comments are closed.